Model, Tipe Kebudayaan dan Tokohnya

Model                           Tipe Kebudayaan                                                 Tokoh

Diakronis Fase Materi                                                                      E.B Taylor, F. Boas.

Fase Abstrak                                                                   A. L Kroeber, Clyde,Cluckhohn

Fase Simbol                                                                    Clifford Geertz.

Sinkronis Kebudayaan Layaknya Tata Bahasa                     Claude Levis Strauss

Kebudayaan Layaknya Terjemahan Bahasa       Evans Pritchard

Kebudayaan Sebagai Wacana dan Teks               Clifford Geertz

Bagan diatas terlihat bahwa secara garis besar pemahaman mengenai apakah itu “kebudayaan” terdapat tiga pandangan diakronis, yang sifatnya berfase evolutif yakni:

Fase Pertama. Pemikiran yang didasarkan pada E.B Taylor dan Boas. Fase ini menekankan pada pendekatan material yag dikhususkan pada adat dan tradisi. Fase yang dikembangkan oleh E.B Taylor misalnya, melihat kebudayaan berkembang dari Savagery menuju  Barbarism dan Civilized pada akhirnya. Pandangan ini merupakan kajian yang dikembangkan pada abad 19 dengan bau etnosentris yang sangat kental. Dimana era Victoria di Inggris dianggap sebagai prestasi tertinggi dari pencapaian peradaban dan kebudayaan. Taylor melihat bahwa semua budaya harus menempuh runtutan berbagai tahap yang sama atau kasarnya sama, dalam perjalanannya mencapai puncak kejayaan.

Sedangkan pada Boas mendasarkan pandangannya pada culture area yang terindikasi melalui adat dan tradisi yang berbeda.

Fase Kedua. Merupakan fase abstrak yang banyak digambarkan oleh A. L Kroeber dan Clyde Cluckhohn. Hal ini tampak pada pendekatan mereka dalam memaknai kebudayaan berdasarkan pada pengembangan nilai budaya, sistem pandangan hidup dan ideologi yang ketiganya sangat abstrak. Tidak berlebihan jika kemudian Cluckhon mampu mengumpulkan makna kebudayaan hingga menjadi lebih dari seratus enam puluh definisi.

Fase Ketiga. Fase Simbolik. Fase ini memaknai kebudayaan pada berbagai simbol yang selalu ada pada setiap gerak kehidupan manusia. Munculnya berbagai karya Clifford Geertz. Geertz melalui fase ini juga dapat dikatakan tengah memasuki masa liminal atau batas dimana lahirnya posmodernitas, terindikasi melalui subjektifitas narasi yang dianggap mampu menggulingkan objektifitas sebuah kebudayaan. Tipikal kajian perkembangan diakronis diatas masih dalam lingkup teori besar (grand teory) tiga pemikir sosiolog yakni Marx, Durkheim dan Weber yang mewarnai ketiga pemikiran antropologis dalam memandang makna kebudayaan.