Kado Buat TNI Kita di HUT ke-65

Hari ini TNI kita berhari jadi yang ke-65. Kado apa yang kita berikan? Sebagai masyarakat biasa, kita bingung memilihkan kado yang tepat. Yang mungkin pantas kita kadokan adalah do’a ikhlas dan harapan realistis terhadap salah satu elemenpenjaga utuhnya NKRI kita. Kita patut memberikan do’a, karena dengan segala keterbatasan dan kelebihannya, TNI masih bisa kita banggakan. Meskipun ada kelemahan yang bisa diuraikan, namun secara umum, TNI telah berusaha maksimal memainkan peran dan menjalankan tugas dengan baik.
Saat ini, bisa dikatakan bahwa masyarakat tetap memiliki harapan dan keinginan kuat, kiranya TNI semakin profesional, menjadi milik semua golongan dan menjauhkan diri dari jebakan politik praktis.
Satu persoalan yang mau kita bahas disini adalah Kesejahteraan Anggota TNI dan keluarganya.
Ada anekdot di kalangan prajurit TNI. Jika masih berpangkat bintara (apalagi kopral), artinya Indonesia “belum merdeka”. Kalau sudah di level perwira menengah, maka aroma indonesia Merdeka, sudah terasa. Yang merasakan Kemerdekaan Indonesia adalah mulai di level Danrem ke atas.
NAh, mari kita coba telusuri anekdot tersebut. Lihatlah kehidupan angota TNI dan keluarganya yang ada di kestryan, di asrama dan kompleks mereka. Terenyuh kita melihat kondisi faktual kehidupan keluarga TNI yang di level bintara atau perwira menengah. Padahal mereka adalah “Pengawal” eksistensi negara ini.
Jangan kita katakan bahwa kesejahteraan mereka sudah cukup. Meskipun kesejahteraan itu relatif bagi setiap individu, namun secara umum sebagian besar anggota TNI kita dan keluarganya masih “miskin”.
Kondisi ini tentu harus diperbaiki, agar prajurit kita tetap Tanggap, Tanggon dan Trengginas mengawal negara ini.
Bagaimana caranya? Salah satunya dengan menaikkan gaji dan pendapatan mereka. Maka agar negara ini mampu mensejahterakan rakyatnya, termasuk TNI, perangi korupsi dan ketidak beresan yang ada di negara ini. Tegakkan hukum agar terpenuhnya rasa keadilanmasyarakat. Pada akhirnya nanti kita semua akan merasakan Indonesia Merdeka. Bukan hanya sebagian yang merasakannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s