Antropologi Budaya

Compiled by khaerul muslim

Ilmu Antropologi mempunyai dua tujuan yaitu :

1.      Tujuan akademikal dan tujuan praktis. Tujuan akademikal adalah mencapai pengertian tentang makhluk manusia pada umumnya dengan mempelajari anekawarna bentuk fisiknya, masyarakat, serta kebudayaannya. Karena dalam prakteknya , ilmu Antropologi biasanya mempelajari suku bangsa.

2.      Tujuan praktisnya adalah mempelajari manusia dalam anekawarna masyarakat suku bangsa guna guna membangun masyarakat suku bangsa itu. Salah satu cabang ilmu Antropologi adalah antropologi fisik yang mempelajari tentang sejarah terjadinya aneka warna makhluk manusia dipandang dari sudut cirri-ciri tubuhnya.

Ilmu Antropologi Budaya lebih banyak meneliti mengenai kebudayaan manusia dan masyarakat. Ilmu antropologi yang mencari dan mengumpulkan fakta-fakta yang berasal dari berbagai macam masyarakat dan kebudayaan untuk mencari cir-ciri umum diantara aneka warna fakta yang ada dalam masyarakat.

Manusia dengan kemampuan akal atau budinya telah mengeembangkan berbagai macam system tindakan demi keperluan hidupnya sehingga ia menjadi makhluk yang paling berkuasa dimuka bumi ini. Manusia mempunyai berbagai macam gagasan dan ide yang dapat membuat berkembangnya kebudayaan dan bertambah maju dalam berpikir untuk mengembangkan kebudayaan. Ide-ide dan gagasan manusia banyak yang hidup bersama dalam suatu masyarakat.

Gagasan dan ide-ide itu saling berkaitan menjadi satu siatem yang saling berkaitan. Kebudayaan biasa juga disebut dengan system social. System social ini juga terdiri dari aktifitas-aktifitas manusia yang berinteraksi,berhubungan, serta bergaul satu dengan lainnya dari waktu ke waktu menurut pola tertentu berdasarkan tata adat kelakuan atau sikap tingkah laku. Sebagai rangkaian aktifitas manusia dalam suatu masyarakat, system social itu bersifat kongret dan terjadi disekeliling kita sehari-hari.

Kebudayaan ideal dan adat istiadat mengatur dan memberi arah kepada tindakan dan karya manusia. Baik pikiran dan ide-ide maupun tindakan dan karya manusia yang menghasilkan benda-benda kebudayaan fisik. Kebudayaan fisik membentuk suatu lingkungan hidup tertentu yang makin lama makin menjauhkan manusia dari lingkungan alamiahnya sehungga mempengaruhi pola perbuatannya dan cara berpikirnya.

System nilai budaya merupakan nilai yang paling tinggi dalam adat istiadat.karena nilai-nilai budaya itu merupakan konsep-konsep mengenaiapa yang hidup dalam alam pikiran warga suatu masyarakat mengenai apa yang mereka anggap bernilai, berharga dan penting dalam hidup, sehingga dapat berfungsi sebagai suatu pedoman yang memberi arah dan orientasi kepada kehidupan warga masyarakat tadi.

Walau nilai budaya berfungsi sebagai pedoman hidup manusia dalam masyarakat, tetapi sebagai suatu konsep, suatu nilai budaya itu bersifat sangat umum,mempunyai ruang lingkup yang sangat luas, dan biasanya sulit diterangkan secara rasional dan nyata. Tapi karena sifatnya yang umum, luas dan tak kongret itu, maka nilai budaya dalam suatu kebudayaan berada dalam emosional dari alam jiwa dari pada individu yang menjadi warga dari suatu kebudayaan itu. Nilai-nilai dalam suatu kebudayaan tidak dapat diganti dengan nilai-nilai budaya yang lain dalam waktu yang singkat.

Dalam tiap masyarakat, baik yang complex maupun yang sederhana,ada sejumlah nilai budaya yang satu dengan yang lain saling berkaitan sehingga membentuk suatu system dan system itu sebagai pedoman dalam kebudayaan yang memberi dorongan kuat terhadap arah kehidupan warga masyarakatnya.

Ada kebudayaan lain yang memandang hidup manusia itu pada hakekatnya buruk tetapi manusia dapat  mengusahakan untuk menjadikannya suatu hal yang baik.

Ada juga kebudayaan yang memandang bahwa karya manusia pada hakekatnya bertujuan untuk memungkinkan hidup.

Ada juga yang menganggap hakekat karya manusia itu sebagai suatu gerak hidup yang harus menghasilkan lebih banyak karya lagi.

Ada kebudayaan yang memandang dalam kehidupan manusia itu penting memandang masa lampau. Dalam kebudayaan itu orang akan lebih sering mengaambil pedoman dalam tindakannya dengan melihat kejadian pada masa lampau sebagai pelajaran.

Ada pula kebudayaan dimana oaring hanya mempunyai suatu pandangan waktu yang sempit. Kebudayaan seperti itu tidak akan memusingkan diri dengan memikirkan masa yang lampau maupun masa yang akan datang. Mereka hidup menurut keadaan yang ada pada masa yang sekarang ini. Kebudayaan yang lain justru mementingkan pandangan jauh kedepan  pada masa yang akan  datang. Dalam kebudayaan yang seperti itu perencanaan menjadi suatu hal yang sangat penting.

Ada kebudayaan yang memandang alam sebagai suatu hal yang begitu dasyat sehingga manusia pada hakekatnya hanya dapat bersifat menyerah saja tanpa dapat berusaha banyak. Kebudayaan lain  yang memandang alam sebagai suatu hal yang dapat dilawan oleh manusia dan mewajibkan manusia untuk selalu berusaha menaklukkan alam.

Ada juga kebudayaan yang menganggap bahwa manusia hanya dapat berusaha mencari keselarasan dengan alam.

Ada kebudayaan yang snagat mementingkan hubungan manusia dengan sesamanya. Manusia yang hidup dalam kebudayaan itu akan berpedoman kepada tokoh pemimpin, orang senior atau orang atasan.

Ada banyak kebudayaan yang lain tidak membenarkan manusia itu tergantung kepada orang lain dalam hidupnya. Kebudayaan ini menganggap manusia harus berdiri sendiri dalam hidupnya, dan sedapat mungkin mencapai tujuannya dengan bantuan orang lain sedikit mungkin.

Suatu system nilai budaya sering juga berupa pandangan hidup bagi manusia yang menganutnya. Pandangan hidup biasanya mengandung sebagian dari nilai-nilai yang dianut oleh suatu masyarakat.

Dalam kebudayaan terdapat  norma-norma yang mengatur kehidupan masyarakat itu. Tiap-tiap unsur kebudayaan mengandung unsur berupa system social dan unsur kebudayaan fisik. Banyak kebudayaan mempunyai suatu unsur unsur kebudayaan yang merupakan suatu unsur pusat dalam kebudayaan. Suatu kebudayaan sering memancarkan keluar suatu watak khas tertentu yang tampak dari luar yag dapat  dilihat ooleh orang lain. Watak khas itu sering tampak pada gaya tingkah laku warga masyarakatnya,kegemaran mereka dan berbagai benda budaya hasil karya mereka.

System budaya merupakan komponenyang abstrak dari kebudayaan dan terdiri dari pikiran-pikiran, gagasan-gagasan dan konsep-konsep. Dengan demikian system budaya adalah bagian dari kebudayaan yang lebih lazim disebut adat istiadat. Diantara adat istiadat ada system nilai budayanya, system normanya, yang secara lebih khusus lagi dapat diperinci ke dalam norma-norma yang ada dalam masyarakat yang bersangkutan.

Fungsi dari budaya adalah menata dan memantapkan tindakan-tindakan serta tingkah laku manusia. System social terdiri dari aktivitas manusia atau tindakandan tingkah laku berinteraksi antar individu dalam kehidupan bermasyarakat. System social itu bersifat lebih kongret dan nyata daripada system budaya, dalam arti tindakan manusia itu dapat dilihat. Interaksi manusia itu ditata dan diatur oleh system budaya,juga dibudayakan menjadi pranata oleh nilai dan norma-norma yang ada dalam masyarakat. Kepribadian individu dalam suatu masyarakat, berbada satu dengan lainnya, tetapi dipengaruhi oleh nilai-nilai dan norma-norma dalam  system budayadan oleh tingkah laku alam system social yang telah melalui proses  sosialisasi dan proses pembudayaan selama hidupnya sejak kecilnya.

System organic melengkapi seluruh kerangka dengan mengikut sertakan proses biologi dan biokimia dalam organisme manusia sebagai suatu jenis makhluk alamiah yang juga ikut menentukan kepribadian individu, pola tindakan manusia dan juga gagasan yang dicetuskannya.

Ada juga proses perkembangan kebudayaan umat manusia pada umumnya dan bentuk-bentuk kebudayaan yang sederhana, hingga bentuk-bentuk yang lama makin kompleks. Bersamaan dengan penyebaran dan imigrasi kelompok manusia di muka bumi, unsur-unsur kebudayaan juga ikut tersebar juga sejarah dan disebut proses difusi. Penyebaran unsur-unsur kebudayaan dapat juga terjadi tanpa ada perpindahan kelompok manusia atau bangsa dari satu tempat ke tempat lain, tetapi karena ada individu tertentu yang membawa unsur-unsur kebudayaan itu hingga jauh sekali.

Ada juga penyebaran unsur-unsur kebudayaan yang berdasarkan pertemuan-pertemuan antara individu-individu dalam suatu kelompok manusia dengan individu-individu kelompok tetangga. Jika kita perhatikan suatu proses difusi tidak hanya dari sudut bergaraknya unsur-unsur kebudayaan dari suatu tempat ke tempat lain di muka bumi saja tetapi terutama sebagai suatu proses dimana unsur-unsur kebudayaan dibawa oleh individu-individu dari suatu kebudayaan dan harus diterima oleh individu-individu dari kebudayaan lain. Unsur-unsur itu selalu berpindah-pindah sebagai suatu gabungan atau suatu kompleks yang tidak mudah dipisahkan.

Memperhatikan individu-individu dari kebudayaan asing yang menyebabkan pengaruh unsur-unsur kebudayaan asing sangat penting, karena dengan pengetahuan tentang mereka ini, dalam ilmu antropologi disebut ‘agents of acculturation’ dapatdiketahiu unsur-unsur kebudayaan macam apa yang masuk. Dalam tiap masyarakat, warga masyarakat hanya memahami sebagian dari kebudayaannya. Bagian-bagian dari masyarakat penerima yang terkena pengaruh unsur-unsur kebudayaan asing juga penting untuk diperhatikan. Reaksi orang-orang yang terkena pengaruh unsur-unsur kebudayaan asing merupakan suatu objek penelitian Antropologi yang sangat luas.

Dalam tiap masyarakat selalu ada individu yang berwatak ‘kolot’, yang tidak suka dan lekas menolak hal-hal yang baru,banyak juga individu yang suka dan lekas menerima hal-hal baru. Salah satu wujud penolakan terhadap pengaruh unsur kebudayaan asing dan pergeseran social budaya yang merupakan akibat dari peristiwa itu tidak hanya di Indonesia saja tetapi juga dalam banyak masyarakat didunua. Asimilasi atau assimilation adalah peoses social yang timbul bila ada :

  1. Golongan-golongan manusia dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda-beda.
  2. Saling bergaul langsung sacara intensif untuk waktu yang lama
  3. Kebudayaan-kebudayaan golongan-golongan tadi masing-masing berubah sifatnya yang khas dan juga unsur-unsurnya masing –masing berubah wujudnya menjadi unsur-unsur kebudayaan campuran.

Suatu discovery adalah suatu penemuan dari suatu unsur kebudayaan yang baru, baik yang berupa suatu alat baru, suatu ide baru, yang diciptakan oleh seorang individu, atau suatu rangkaian dari beberapa individu dalam masyarakat yang bersangkutan.

Discovery baru menjadi invention atau inovasi apabila masyarakat sudah mengakui, menerima dan menerapkan penemuan baru itu. Dalam tiap masyarakat ada individu-individu yang sadar akan adanya berbagai kekurangan dalam kebudayaan mereka. Diantara para individu itu ada berbagai macam reaksi dalam menerima kekurangan yang ada pada kebudayaan mereka. Ada yang menerimanya dengan lapang dada atau apa adanya tetapi tidak sedikit pula yang tidak mampu untuk berbuat apa-apa.

Suatu krisis dalam masyarakat juga merupakan suatu masa timbulnya banyak penemuan baru. Suatu krisis masyarakat berarti dalam masyarakat itu banyak individu menentang keadaan, mereka menentang karena tidak puas dengan keadaan dan tidak puas karena mereka sadar akan kekurangan-kekurangan disekelilingnya. Suatu penemuan baru selalu harus dilihat dalam rangka kebudayaan dimana penemuan tadi terjadi. Suatu penemuan baru biasanya berupa suatu rangkaian panjang.

Tiap kebudayaan yang hidup dalam suatu masyarakat yang dapat berwujud sebagai suatu komunitas, bisa menampilkan suatu corak khas yang terutama terlihat oleh orang luar yang bukan warga masyarakat yang bersangkutan. Seorang warga dari suatu kebudayaan yang telah hidup dari hari ke hari dalam lingkungan kebudayaannya biasanya tidak lagi melihat corak khas itu. Tetapi terhadap kebudayaan tetangganya, ia dapat melihat corak khasnya terutama mengenai unsur-unsur yang berbeda menyolok dengan kebudayaannya sendiri. Corak khas dari suatu kebudayaan itu menghasilkan suatu unsur yang kecil berupa suatu unsur kebudayaan fisik dengan bentuk yang khusus atau karena ad suatu pola yang khusus, atau dapat juga karena warganya menganut suatu tema budaya yang khusus.

Corak khas tadi dapat juga disebabkan karena adanya kompleks unsur-unsur yang lebih besar. Berdasarkan atas corak khususnya tadi, sutu kebudayaan dapat dibedakan dari kebudayaan yang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s