Ringkasan Beberapa Terminology Dalam Sosiology

•          Amalgasi = Proses dan akibat percampuran bagian-bagian menjadi sesuatu yang menyeluruh, proses biologis yang menyangkut percampuran anggota kelompok ras yang berbeda; perkawinan campur

•          Civil society  (masyarakat madani) = Masyarakat yang aktif secara politik; orang-orang yang beradab yang mendasarkan hubungan-hubungannya pada suatu sistem hukum, bukan pada tatanan hukum otokratis yang korup, masyarakat yang menjunjung tinggi nilai, norma, hukum yang ditopang oleh penguasaan iman, ilmu, dan tehnologi yang berperadaban.

•          Demokrasi = Bentuk atau sistem pemerintahan yang seluruh rakyatnya turut memerintah dengan perantaran wakilnya; pemerintahan rakyat; istilah ini bisa juga diartikan sebagai gagasan atau pandangan hidup yang mengutamakan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan yang sama bagi semua warga negara.

•          Demokrasi terpimpin  = Corak pemerintahan yang pertama kali diumumkan secara resmi pada pidato presiden soekarno pada tanggal 10 nopember 1956 ketika membuka konstituante, yaitu corak demokrasi yang mengenal satu pemimpin menuju suatu masyarakat yang berkeadilan sosial.

•          Diskriminatif = Sifat membeda-bedakan

•          Elite = Orang-orang terbaik atau pilihan dalam suatu kelompok; kelompok kecil orang-orang terpandang/ berderajat tinggi (kaum bangsawan; cendekiawan) dan sebagainya.

•          Fragmentasi = Menjadi bagian atau terbagi-bagi.

•          Hegemoni = Pengaruh kepemimpinan; dominasi kekuasaan dan sebagainya suatu negara atas negara lain atau suatu kelompok atas kelompok lain.

•          Inklusif = Termasuk atau terhitung

•          Integrasi bangsa = Penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial ke dalam suatu wilayah dan pembentukan suatu identitas nasional.

•          Kapitalisme = Sistem dan paham ekonomi (perekonomian) yang modalnya (penanaman modalnya atau kegiatan industrinya) bersumber pada modal pribadi atau perusahaan swasta dengan ciri persaingan dalam pasaran bebas.

•          Konflik rasial = Persaingan antara dua masyarakat yang berlatar belakang ras yang berbeda

•          Kongruen = Sebangun dan serupa

•          Konsensus = Kesepakatan kata permufakatan bersama ( mengenai pendapat, pendirian, dan sebagainya) yang dicapai melalui kebulatan suara.

•          Konservatif = Kolot, bersikap mempertahankan keadaan; kebiasaan dan tradisi yang berlaku.

•          Material culture  = Kebudayaan kebendaan

•          Konvensi = Aturan atau praktik berdasarkan persetujuan umum dan dipertahankan oleh masyarakat secara umum; aturan atau praktik berwibawa yang diakui suatu cabang ilmu atau cabang seni tertentu. Di dalam hukum internasional konvensi berarti persetujuan antara beberapa negara yang bukan bersifat politik; perjanjian antara pihak-pihak yang berperang mengenai hal-hal tertentu. Misalnya larangan memakai jenis senjata tertentu.

•          Kosmopolitan = Mempunyai wawasan dan pengetahuan yang luas; terjadi dari orang-orang atau unsur-unsur yang berasal dari berbagai penjuru dunia.

•          Majemuk = Terdiri atas beberapa bagian yang merupakan satu kesatuan

•          Mitos = Ceritera suatu bangsa tentang dewa dan pahlawan zaman dahulu yang mengandung arti mendalam dan diungkapkan dengan cara gaib.

•          Multikulturalisme = Gejala pada seseorang atau suatu suatu masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dari satu kebudayaan.

•          Pragmatisme = Bersifat praktis dan berguna bagi umum, bersifat mengutamakan segi kepraktisan dan kegunaan (kemanfaatan); mengenai atau berkaitan dengan nilai-nilai praktis.

•          Primordial = Kreatif, tua, yang mula-mula, orisinil, atau utama.

•          Primordialisme = Pemikiran yang mengutamakan atau menempatkan kepentingan kelompok/ komunitas tertentu sebagai yang utama.

•          Rasial = Berdasarkan (bersifat) ciri-ciri fisik ras, bangsa, suku bangsa, dan sebagainya (seperti warna kulit dan rambut).

•          Segmentasi = Terbagi-bagi

•          Stereotipe = Konsepsi mengenai sifat suatu golongan berdasarkan prasangka yang bersifat subyektif dan tidak tepat.

•          Stigma = Ciri negatif karena lingkungan

•          Vandalisme = Perbuatan merusak dan menghancurkan karya seni dan barang berharga lainnya, pengrusakan dan penghancuran secara kasar dan ganas.

•          Kolusi = Kerja sama rahasia untuk maksud yang tidak terpuji; persekongkolan

•          Sebagai masyarakat yang terdiri atas berbagai macam etnis, struktur sosial berbeda dengan struktur masyarakat indonesia. Jelaskan mengenai perbedaan ini?

•          Masyarakat amerika dikenal sebagai sebuah masyarakat multietnis atau bersuku bangsa banyak, tetapi bukan majemuk, karena masyarakat tersebut sebagai bangsa tidak dengan cara mempersatukan suku-suku bangsa yang dilakukan oleh sistem nasionalnya. Sedangkan masyarakat indonesia adalah masyarakat majemuk dimana pengakuan kelompok suku bangsa, budaya menjadi pembatas karena kesetiaan dalam kelompoknya.

•          Enam ciri masyarakat majemuk menurut van den berghe:

  1. Terjadinya segmentasi ke dalam bentuk kelompok-kelompok yang sering kali memiliki kebudayaan/ sub kebudayaan yang berbeda satu sama lain.
  2. Memiliki struktur sosial yang terbagi-bagi ke dalam lembaga-lembaga yang bersifat non komplementer.
  3. Kurang mengembangkan konsensus diantara para anggota masyarakat tentang nilai-nilai sosial yang bersifat dasar.
  4. Secara relatif sering kali terjadi konflik diantara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain.
  5. Secara relatif integrasi sosial tumbuh di atas paksaan dan saling ketergantungan di bidang ekonomi.
  6. Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok atas kelompok yang lain.

Lembaga-lembaga pengendali sosial:

•          Kepolisian

•          Pengadilan

•          Adat
Empat potensi destruktif dalam masyarakat majemuk:

•          Masyarakat majemuk menghasilkan batas-batas suku bangsa yang didasari oleh strereotipe dan prasangka yang menghasilkan penjejangan sosial secara primordial yang subyektif dan bila dikembangkan lebih lanjut dapat menghasilkan stigma sosial dan pengkambinghitaman yang dilakukan oleh suatu suku bangsa yang ditujukan pada suku bangsa lain.

•          Setiap kelompok suku bangsa menempati sebuah wilayah yang menjadi tempat hidupnya, yang secara tradisional menjadi hak ulayatnya. Konsep hak ulayat ini secara politik, hubungan antar suku bangsa dapat berkembang menjadi pembedaan yang diskriminatif antara warga suku bangsa asli setempat dengan warga suku bangsa pendatang.

•          Berbagai konflik antar suku bangsa yang terjadi di tanah air berintikan pada permasalahan hubungan antar suku bangsa asli dengan pendatang. Suku bangsa asli menuntut adanya pengakuan tentang keunggulan budaya mereka dan memaksakan sistem adat setempat untuk diikuti oleh suku bangsa pendatang dengan ungkapan dimana bumi berpijak di situ langit dijunjung.

Apa itu strereotipe suku bangsa?

•          Konsepsisitas suatu golongan berdasarkan prasangka subyektif dan tidak tepat.

Pengaruh stereotipe terhadap kehidupan dalam masyarakat majemuk?

•          Dari strereotipe yang ada di masyarakat dapat menimbulkan kesalahpahaman dalam suatu kelompok dan akhirnya memicu adanya konflik antar kelompok.

Jenis-jenis pengendalian sosial yang diterapkan untuk mencegah maupun mengatasi perilaku menyimpang dalam masyarakat terdiri dari cemoohan, teguran, pendidikan, agama, ostrasisme, fraundulens, intimidasi, kekerasan fisik/ penganiayaan, dan hukuman (sanksi).

Persuasif

•          Tehnik pengendalian sosial dengan cara mengajak atau membimbing agar yang bersangkutan menyadari perbuatan/ tindakan yang dilakukan. Misalnya: dalam menertibkan pkl mereka ini dikumpulkan dan diberi penjelasan agar tempat berjualan mereka ini diatur yang rapi agar tidak mengganggu lalu lintas dan ketertiban umum.

Coersif

•          Bentuk pengendalian sosial dengan cara kekerasan. Misalnya: penggusuran-penggusuran tempat-tempat kumuh dengan menggunakan alat-alat berat.

Kompulsi

•          Suatu bentuk pengendalian sosial dengan cara menciptakan suatu situasi yang dapat mengubah sikap atau perilaku negatif. Misalnya: setiap orang yang masuk sekolah ada keharusan untuk memakai sepatu, namun jika ada yang tidak memakai sepatu dia akan merasa malu.

Pervation (pervasi)

•          Suatu bentuk pengendalian sosial dengan cara menyampaikan nilai atau norma tersebut secara berulang-ulang.misalnya larangan merokok di sembarang tempat lewat media massa, elektronik , poster.

Teori-teori mengenai penyimpangan sosial:

•          Teori pergaulan berbeda; edwin h. Sutherland; penyimpangan terjadi karena orang bergaul dengan sumber yang berbeda.

•          Teori labeling; edwin m. Lemert; seseorang yang baru pertama kali melakukan penyimpangan namun oleh masyarakat sudah diberi cap sebagai penyimpang, dan selanjutnya mendorong pelaku untuk melakukan penyimpangan berikut dengan alasan “kepalang tanggung”.

Apakah pengendalian sosial itu?

•          Pengendalian sosial adalah cara-cara, tehnik, atau metode yang dipakai oleh sekelompok orang atau masyarakat untuk mendorong anggota-anggotanya agar berperilaku atau bertindak sesuai dengan ketentuan, keinginan, ataupun harapan dari kelompok yang bersangkutan.

Apakah perilaku menyimpang itu?

•          Perilaku menyimpang adalah suatu perilaku yang diekspresikan oleh seseorang atau beberapa orang anggota masyarakat yang secara sadar atau tidak, tidak menyesuaikan diri dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat tempat ia tinggal. Jadi perilaku yang ditunjukkan oleh para pelaku penyimpangan tidak sesuai dengan norma-norma yang dianut oleh masyarakat yang bersangkutan.

Mengapa perilaku menyimpang timbul dalam diri seseorang?

•          Perilaku menyimpang timbul dalam diri seseorang sebagai akibat dari hasil sosialisasi yang tidak sempurna. Ia mengadopsi sub budaya yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam masyarakat tempat ia tinggal. Hasil sosialisasi tidak sempurna ini ia peroleh dari hasil pergaulan dengan para pelaku penyimpangan, keluarga yang kurang harmonis, dan sebagainya.

Faktor-faktor penyebab terbentunya perilaku menyimpang:

  1. Sikap mental yang tidak sehat
  2. Keluarga yang broken home
  3. Pelampiasan rasa kecewa
  4. Dorongan kebutuhan ekonomi
  5. Pengaruh lingkungan dan media massa
  6. Keinginan untuk dipuji dan gaya-gayaan
  7. Pergaulan dengan orang/ kelompok perilaku menyimpang
  8. Ketidak sanggupan menyerap norma2 budaya

Dampak-dampak dari media sosialisasi televisi!

•          Dampak positif: mudah untuk menyampaikan berita, cepat untuk menerima informasi, menambah wawasan pengetahuan dalam tehnologi informasi

•          Dampak negatif: akibat sering nonton tv sering ketinggalan dalam belajar, akan menghilangkan budaya lokal akibat maraknya budaya modern.

Ethnosentrisme = Sikap atau pandangan yang berpangkal pada masyarakat dan kebudayaan sendiri, biasanya disertai dengan sikap dan pandangan yang meremehkan masyarakat dan kebudayaan lain

Usaha-usaha konkrit pengendalian sosial di masyarakat

•          Mematuhi nilai dan norma yang berlaku di masyarakat

•          Beraktivitas sesuai dengan peran dan status masing-masing

•          Taat dan patuh pada aturan yang berlaku

•          Beda norma hukum dengan norma adat

•          Norma adat: aturan dalam adat istiadat, dan sanksinya tergantung pada tokoh adat setempat, namun ada juga yang sanksinya tidak jelas.

•          Norma hukum: peraturan tertulis dengan sanksi tegas dan jelas

Mengapa sosialisasi tidak sempurna dapat terjadi dalam diri seorang individu?

•          Sosialisasi tidak sempurna dapat terjadi pada diri seorang individu karena ia gagal mengidentifikasi diri agar pola perilakunya sesuai dengan kaidah-kaidah atau norma dan nilai-nilai sosial yang berkembang dan berlaku dalam masyarakatnya. Selain itu dapat disebabkan juga oleh pengaruh-pengaruh buruk dari luar diri individu tadi sehingga ia mengalami sosialisasi tidak sempurna. Cacat bawaan, kurang gizi, gangguan mental, atau goncangan jiwa dapat pula menjadi penyebab sosialisasi tidak sempurna dalam diri seorang individu.

Apakah yang terjadi jika pengendalian sosial dalam masyarakat tidak berfungsi?

•          Jika pengendalian sosial dalam masyarakat tidak berfungsi maka ketentraman dalam masyarakat akan terganggu.

Mengapa perilaku menyimpang dapat juga disebabkan sebagai hasil dari sosialisasi sub budaya menyimpang?

•          Perilaku menyimpang dapat disebabkan sebagai hasil sosialisasi sub budaya menyimpang karena ybs mengadopsi sub budaya menyimpang selama proses sosialisasi berlangsung dalam dirinya. Misalnya: seseorang yang pernah hidup di kota sadar atau tidak akan mengikuti cara hidup orang kota, seperti: individualistis, egois atau mementingkan diri sendiri. Cara seperti ini memang tidak harus tidak karena kota menciptakan suatu kondisi di mana masing-masing orang harus mengurus dirinya sendiri. Dan cara hidup seperti ini dapat disebut sebagai sub budaya atau kebudayaan khusus daerah perkotaan. Begitu juga jika seseorang bergaul dengan kelompok pengguna narkoba atau komplotan perampak, dan sebagainya.

•          0strasisme = Dapat diartikan sebagai pengucilan, misalnya: ada seorang anggota masyarakat yang walaupun dia diperkenankan bekerja sama dalam kelompok masyarakat namun ia sendiri tidak pernah diajak untuk berkomunikasi.

•          Fraundulens = Pengendalian sosial dengan cara meminta bantuan kepada pihak lain yang dianggap dapat mengatasi masalah.

Empat macam perilaku menyimpang menurut mz. Lawang

•          Perilaku menyimpang yang dianggap sebagai kejahatan;

•          Perilaku menyimpang dalam bentuk pemakaian dan konsumsi yang berlebihan;

•          Penyimpangan dalam bentuk gaya hidup dan kebiasaan;

•          Penyimpangan seksual.

Faktor biologis yang dapat mempengaruhi kepribadian secara langsung:

•          Seseorang yang mempunyai cacat fisik dapat mempunyai sifat rendah diri.

Bagian-bagian kebudayaan yang secara langsung mempengaruhi kepribadian individu:

•          Kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan;

•          Cara hidup dalam lingkungan masyarakat yang khas;

•          Kebudayaan khusus kelas sosial;

•          Kebudayaan khusus atas dasar agama;

•          Profesi.

•          Kepribadian

•          Organisasi dari faktor-faktor biologis, psikologis, dan sosiologis yang mendasari perilaku individu.

7 unsur kebudayaan

  1. Bahasa
  2. Sistem pengetahuan
  3. Organisasi sosial
  4. Sistem peralatan hidup dan tehnologi
  5. Sistem ekonomi dan mata pencaharian
  6. Sistem religi
  7. Kesenian

Civilization

•          Masyarakat dengan kebudayaan yang dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia

Counter cultures

•          Kebudayaan tandingan yang berlawanan dengan kebudayaan induk

Utilitarian elemens

•          Disebut juga civilation yakni kebudayaan yang tidak dapat secara langsung memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup manusia

Stimulus difusion

•          Proses difusi yang terjadi melalui serangkaian pertemuan sederet kelompok-kelompok suku bangsa ataupun bangsa-bangsa

Idiosinkratis

•          Sifat, atau keadaan atau hal-hal yang menyebabkan sesuatu menjadi berlainan karena tidak mengikuti aturan yang umum.

Sub kultur

•          Kebudayaan khusus (kompleks kebudayaan yang tidak dimiliki oleh kelompok lain)

Cultural elemens

•          Kebudayaan yang secara langsung memenuhi kebutuhan hidup manusia

Apa itu kebudayaan?

•          Keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan bermasyarakat yang dijadikan milik sendiri manusia dengan cara belajar.

Jelaskan wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks ide, gagasan, nilai-nilai, norma dan aturan-aturan?

•          Wujud kebudayaan itu merupakan wujud yang ideal, sifatnya abstrak, tidak dapat diraba dan difoto, substansinya dapat berupa pengetahuan, etos, pandangan hidup, kepercayaan, dan persepsi. Ide atau gagasan itu hidup bersama masyarakat yang memberi jiwa kepada masyarakat. Ide atau gagasan ini saling berkaitan satu sama lain.

Allienasi

•          Keadaan merasa terasing (terisolasi) atau penarikan diri/ pengasingan diri dari kelompok atau masyarakat

Anomi

•          Suatu keadaan dalam masyarakat yang ditandai oleh pandangan sinis (negatif) terhadap sistem norma; hilangnya kewibawaan hukum dan disorganisasi hubungan antar manusia , atau gejala ketidakseimbangan psikologis yang dapat melahirkan perilaku menyimpang dalam berbagai manifestasi, kekosongan norma dan nilai yang konsisten dalam masyarakat.

Intimidasi

•          Tindakan menakut-nakuti terutama untuk memaksa orang atau pihak lain untuk berbuat sesuatu), gertakan atau ancaman

Kenakalan ( deliquency)

•          Tingkah laku ringan yang menyalahi norma yang berlaku dalam masyarakat

Penyebab kenakalan

•          Lingkungan keluarga yang tidak harmonis/ broken home

•          Situasi yang membosankan/ menjemukan

•          Lingkungan masyarakat yang tidak sehat bagi masa depan anak (kumuh dan penuh kejahatan)

Koersi

•          Bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan dengan menggunakan tekanan sehingga salah satu pihak yang berinteraksi berada dalam keadaan lemah dibandingkan dengan pihak lawan

Koersif

•          Bersifat atau berkenaan dengan koersi

Konformisme

•          Penyesuaian terhadap berbagai nilai, norma, dan kebiasaan yang berlaku di dalam suatu kelompok

Konformitas

•          Kesesuaian sikap dan perilaku dengan nilai dan kaidah yang berlaku dalam masyarakat

Patologi

•          Ilmu yang mempelajari tentang penyakit penyimpangan masyarakat

Persuasif

•          Ajakan kepada seseorang dengan cara memberikan alasan dan prospek baik  yang meyakinkannya, maupun lewat bujukan halus

Provokasi

•          Perbuatan untuk membangkitkan tindakan kemarahan, tindakan menghasut

Retreatisme

•          Proses yang terjadi apabila nilai-nilai yang berlaku tidak dapat dicapai melalui cara yang sudah melembaga, namun warga masyarakat mempunyai kepercayaan yang mendalam sehingga mereka tidak mau menyimpang dari kaidah-kaidah yang sudah berlaku

Sosiopat

•          Orang yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan keadaan di dalam masyarakat

White collar crime

•          Kejahatan yang dilakukan oleh orang terpandang/ orang berstatus tinggi dalam rangka pekerjaannya

enkulturasi

•          Proses pembelajaran kebudayaan sendiri dengan cara mempelajari adat-istiadat, bahasa, seni, agama, dan pendirian yang hidup dalam lingkungan kebudayaan masyarakatnya

Komunikasi non verbal

•          Komunikasi yang mengacu pada ekspresi muka, kontak mata, mata melotot, posisi tubuh, gerak isyarat, dan jarak antar pribadi. Komunikasi ini juga bisa mengacu pada sentuhan atau bau, melalui berbagai artefak seperti topeng dan pakaian, atau melalui sistem komunikasi formal seperti semapor. Namun tidak semua perilaku non verbal harus dianggap sebagai komunikasi. Suatu perilaku bisa disebut komunikasi bila terbukti sudah dikirimkan dan diterima dari orang yang satu ke orang yang lain.

Komunikasi verbal

•          Proses komunikasi yang berlangsung secara lisan (bukan tertulis)

Konflik dan integrasi sosial

•          Diferensiasi dan stratifikasi

•          Konflik dan integrasi sosial

Berstein (1965)

•          Konflik merupakan suatu pertentangan, perbedaan yang tidak dapat dicegah.

•          Sesuatu yang memberi pengaruh positif(+) dan negatif (-) di dalam interaksi manusia.

Dr. Robert m.z lawang

•          Konflik dipahami sebagai perjuangan untuk memperoleh nilai, status, kekuasaan di mana tujuan dari mereka yang berkonflik tidak hanya untuk memperoleh keuntungan namun juga untuk menundukkan saingannya. Misalnya: bangsa indonesia memiliki rasa persatuan dan kesatuan yang kuat di saat perang kemerdekaan.

Drs. Ariyono suyono

•          Konflik adalah proses atau keadaan di mana kedua belah pihak berusaha menggagalkan tercapainya tujuan masing-masing hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan pendapat, nilai-nilai ataupun tuntutan dari masing-masing pihak.

James w. Vander zanden

•          Konflik diartikan sebagai suatu pertentangan mengenai nilai atau tuntutan hak atas kekayaan, kekuasaan, status, atau wilayah tempat pihak yang saling berhadapan bertujuan untuk menetralkan, merugikan atau menyisihkan lawan mereka.

Soerjono soekanto

•          Konflik adalah suatu proses sosial di mana orang perorangan atau kelompok manusia berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan atau kekerasan.

Sebab-sebab terjadinya konflik:

•          Perbedaan antar individu, karena perasaan, pendirian, pendapat;

•          Bentrokan kepentingan baik ekonomi maupun politik;

•          Perubahan sosial dalam masyarakat, dapat mengubah nilai sosial sehingga menimbulkan perbedaan pendirian.

Perbedaan antara persaingan dan permusuhan:

Persaingan:

  1. Aktivitas yang dilakukan tidak menimbulkan reaksi yang berarti;
  2. Tidak berniat menjatuhkan orang lain;
  3. Dapat digunakan sebagai motivasi untuk meraih prestasi dengan hasil yang optimal;
  4. Dilaksanakan dengan langkah nyata untuk mencapai tujuan;

Permusuhan:

  1. Aktivitas yang dilakukan mengakibatkan reaksi keras (benturan fisik);
  2. Ada niat atau rencana  mencelakakan pihak lain;
  3. Muncul karena kesalahpahaman kedua belah pihak;
  4. Dilaksanakan dengan penuh prasangka sehingga merugikan orang lain.

Sebab-sebab terjadinya konflik secara umum:

•          Adanya perbedaan kepribadian diantara mereka yang disebabkan oleh karena adanya perbedaan latar belakang, kebudayaan, agama, dan bahasa.

•          Adanya perbedaan pendirian atau perasaan antar individu yang satu dengan individu yang lain sehingga terjadi konflik di antara mereka.

•          Adanya perbedaan kepentingan di antara individu atau kelompok.

•          Adanya perubahan sosial yang cepat dalam masyarakat, dan adanya perubahan nilai/ sistem yang berlaku.

Bentuk-bentuk konflik

•          Konflik pribadi, yakni konflik yang berlangsung antara dua orang.

•          Konflik kelas sosial, konflik antar kelas sosial dalam masyarakat.

•          Konflik rasial, artinya konflik antar suku.

•          Konflik politik, yakni konflik yang menyangkut/melibatkan kekuatan golongan-golongan dalam masyarakat.

•          Konflik internasional, bentuk konflik yang terjadi antar negara yang disebabkan karena adanya perbedaan kepentingan.

•          Macam-macam konflik:

•          Konflik pribadi/ kelompok;

•          Konflik antar ras;

•          Konflik antar kelas sosial;

•          Konflik politik;

•          Konflik internasional.

Akibat-akibat adanya konflik:

•          Bertambah kuatnya rasa solidaritas antar sesama anggota;

•          Hancur/ rusaknya kesatuan kelompok;

•          Adanya perubahan kepribadian seorang individu;

•          Hancurnya harta benda dan korban manusia.

Akomodasi

•          Upaya manusia untuk meredakan suatu pertikaian.

•          Bentuk-bentuknya antara lain: gencatan senjata, arbitrasi, konsiliasi, ajudication, stalemate, kompromi, integrasi.

Bentuk-bentuk akomodasi

  1. Arbitrase: menghentikan perselisihan secara langsung oleh pihak ketiga yang memberikan keputusan dan diterima serta disepakati oleh kedua pihak yang saling bertikai;
  2. Adjudikasi: penyelesaian konflik di pengadilan;
  3. Gencatan senjata: penangguhan permusuhan untuk jangka waktu tertentu guna melakukan suatu aktivitas tertentu yang tidak boleh diganggu. Misalnya: menghentikan peperangan untuk sementara karena sedang merayakan hari suci keagamaan;
  4. Konsiliasi: upaya untuk mempertemukan keinginan-keinginan pihak-pihak  yang berselisih bagi tercapainya suatu persetujuan bersama.
  5. Mediasi: adanya penghentian pertikaian oleh pihak yang ketiga dengan memberikan keputusan yang mengikat;
  6. Stalemate: suatu keadaan di mana pihak-pihak yang bertentangan memiliki kekuatan seimbang sehingga terhenti pada suatu titik tertentu. Misalnya terjadinya perang dingin pada dua negara yang kekuatannya seimbang.

Cara-cara untuk memecahkan konflik:

  1. Minority consert: kemenangan kelompok mayoritas, tetapi kelompok minoritas tidak merasa dikalahkan dan menerima keputusan serta sepakat untuk melakukan kegiatan bersama;
  2. Majority rule: penyelesaian konflik berdasarkan pertimbangan suara terbanyak;
  3. Subjugation atau dominasi: pihak yang memiliki kekuatan terbesar dapat memaksakan pihak lain untuk menaatinya. Dalam hal ini, pihak yang lemah terpaksa mengakhiri perlawanan karena tidak memiliki kemampuan untuk melawan;

Integrasi: sesuatu yang menyebabkan konflik  dipertimbangkan dan ditelaah kembali  hingga mencapai suatu keputusan yang memuaskan bagi semua pihak;

Kompromi: pihak yang terlibat konflik berusaha mencari jalan tengah dengan menggunakan tuntutan-tuntutan tertentu.

Kontraversi

•          Suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan, yang ditandai dengan adanya ketidakpastian mengenai diri seseorang dalam bentuk perasaan tidak suka yang disembunyikan, kebencian, keraguan. Misalnya: sikap saling mencurigai.

Sebab-sebab terjadinya konflik secara umum:

•          Adanya perbedaan kepribadian di antara mereka yang disebabkan oleh karena adanya perbedaan latar belakang kebudayaan, agama, dan bahasa;

•          Adanya perbedaan pendirian atau perasaan antar individu yang satu dengan individu yang lain sehingga memungkinkan terjadinya konflik di antara mereka.Bentuk-bentuk kontraversi:

  1. Kontraversi umum: terwujud dalam sikap menolak, melawan, menghalang-halangi, protes/ mengganggu, melakukan kekerasan, mengacaukan rencana;
  2. Kontraversi sederhana: berujud dalam penyangkalan orang lain di depan umum; memaki-maki orang lain lewat selebaran; memfitnah; mencerca; melemparkan beban pembuktian pada orang lain;
  3. Kontravensi intensif: terwujud dalam sikap menghasut, penyebaran desas-desus; mengecewakan pihak lain;
  4. Kontraversi  rahasia: misalnya mengumumkan rahasia pihak lain, pengkhianatan, dsb.
  5. Kontravensi taktis: berupa  pengejutan lawan, mengganggu, membingungkan pihak lawan.

Tipe-tipe kontravensi:

  1. Kontravensi antar generasi dalam masyarakat yang terjadi karena adanya perubahan sosial yang begitu cepat; misalnya: perbedaan sikap golongan tua dan muda menjelang proklamasi kemerdekaan.
  2. Kontravensi seksual. Misalnya: perbedaan pendapat antara golongan pria dan wanita tentang cuti hamil bagi pegawai wanita).
  3. Kontravensi parlementer. Misalnya: dalam lembaga perwakilan rakyat di negara yang bersifat liberal antara golongan mayoritas dan minoritas.

Mengapa konflik selalu muncul dalam kehidupan manusia?

•          Konflik selalu muncul dalam kehidupan manusia karena dalam kehidupan manusia terdapat sejumlah perbedaan-perbedaan, seperti perbedaan pendapat, perbedaan kepentingan (sosial, ekonomi, politik), perbedaan latar belakang individu (kebudayaan, adat-istiadat, agama, bahasa) serta perubahan-perubahan sosial yang terjadi di masyarakat yang sewaktu-waktu dapat merubah sistem atau nilai yang berlaku.

Apakah perbedaan konflik destruktif dengan konflik konstruktif?

•          Konflik destruktif merupakan konflik yang sifatnya merugikan individu maupun kelompok yang terlibat didalamnya. Konflik ini ditandai oleh perasaan cemas/ tegang/ stress, persaingan yang tidak sehat, ledakan konflik yang hebat sampai muncul tindakan ancaman/ kekerasan dan sebagainya.

•          Konflik konstruktif merupakan konflik yang sifatnya membangun, yang memberikan keuntungan bagi individu dan kelompok yang terlibat didalamnya. Konflik konstruktif ini dapat meningkatkan kreativitas individu dan kelompok, ikatan yang semakin kuat diantara anggota kelompok dan sebagainya.

Apakah yang dimaksud dengan integrasi sosial?

•          Integrasi sosial adalah proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda yang ada dalam kehidupan sosial sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang serasi fungsinya bagi masyarakat tersebut.

Apakah yang menyebabkan terjadinya konflik individual?

•          Adanya rasa benci dalam diri masing-masing individu;

•          Adanya keinginan untuk saling mengalahkan dan merugikan pihak lain;

•          Adanya benturan-benturan kepentingan/ keinginan.

•          Mengapa konflik antar kelas sosial dapat terjadi?

Konflik antar kelas sosial dapat terjadi karena adanya perbedaan kepentingan. Misalnya: buruh menuntut kenaikkan upah, sedangkan pengusaha menuntut peningkatan produktivitas.

•          Dampak negatif apa sajakah yang ditimbulkan oleh adanya konflik?

•          Retaknya persatuan kelompok;

•          Perubahan kepribadian individu;

•          Hancurnya harta benda dan jatuhnya korban manusia;

•          Dominasi dan takluknya salah satu pihak.

Dampak positif apa sajakah yang ditimbulkan dengan adanya konflik?

•          Memperjelas aspek-aspek kehidupan yang belum jelas;

•          Memungkinkan adanya penyesuaian kembali norma dan nilai;

•          Jalan mengurangi ketegangan;

•          Sarana untuk mencapai keseimbangan antar kekuatan dalam masyarakat.

Integrasi sosial

•          Integrasi merupakan terjemahan dari integration (inggris) yang berarti keseluruhan atau kesempurnaan. Sehingga integrasi sosial berarti proses pembauran hingga menjadi suatu kesatuan yang utuh, bulat, seimbang serta jujur dan dapat dipercaya.

Maurice duverger (1881)

•          Memahami integrasi sebagai bangunan interdepedensi yang lebih rapat antara bagian-bagian dari organisme hidup atau antara anggota-anggota di dalam masyarakat.

Paul b. Horton

•          Integrasi merupakan suatu proses pengembangan masyarakat di mana segenap kelompok ras dan etnik mampu berperan  serta bersama-sama dalam kehidupan budaya dan ekonomi.

Bentuk-bentuk integrasi sosial:

•          Integrasi keluarga;

•          Integrasi kekerabatan;

•          Integrasi asosiasi (perkumpulan);

•          Integrasi masyarakat:

•          Integrasi suku bangsa;

•          Integrasi bangsa.

Faktor-faktor pendorong integrasi sosial:

•          Pengorbanan

•          Toleransi di dalam kelompok sosial;

•          Kesediaan untuk mencapai konsensus;

•          Mengidentifikasi akar persamaan di antara kultur-kultur etnis yang ada;

•          Kemampuan segenap kelompok yang ada untuk berperan secara bersama-sama dalam kehidupan budaya dan ekonomi;

•          Mengakomodasi timbulnya “kebangkitan etnis”.

•          Upaya yang kuat dalam melawan prasangka dan diskriminasi;

•          Menghilangkan pengkotak-kotakan kebudayaan.

Proses integrasi sosial:

  1. Fase akomodasi: proses penyesuaian diri atau kerja sama individu/ kelompok dalam bidang terbatas.
  2. Fase kooperasi: berkembangnya reaksi-reaksi yang sama terhadap berbagai peristiwa atau masalah-masalah yang dihadapi dalam masyarakat.
  3. Fase koordinasi: suatu situasi dimana individu/ kelompok mulai bersedia dan mengharapkan kerja sama dalam bidang-bidang yang makin luas sehingga diperlukan pembagian kerja dan koordinasi.
  4. Fase asimilasi: suatu situasi di mana mulai tercapai kesamaan dalam selera, gaya hidup, bahasa, nilai/ norma.

integrasi keluarga

v  Suatu keluarga dikatakan terintegrasi bila dalam keluarga tersebut para anggota keluarga baik secara pribadi maupun bersama-sama bertindak atau berbuat sesuai dengan peranannya masing-masing, sehingga seluruh fungsi keluarga dapat berlangsung dengan baik.

integrasi kekerabatan

v  Integrasi dalam sebuah kekerabatan akan tercapai jika masing-masing anggota mematuhi nilai dan norma yang berlaku sesuai dengan kedudukan dan peranannya masing-masing.

Integrasi asosiasi (perkumpulan)

•          Asosiasi merupakan satuan sosial yang dilandasi oleh adanya kesamaan kepentingan, minat, tujuan, hobby, kegemaran, dan sebagainya. Sehingga sebuah asosiasi terintegrasi apabila tujuan, kepentingan, minat yang diharapkan tercapai.

Integrasi masyarakat

v  Menurut drs suparto: masyarakat adalah sekelompok manusia yang telah lama bertempat tinggal di suatu daerah tertentu dan mempunyai aturan yang mengatur tata hidup mereka menuju pada tujuan yang sama.

Unsur-unsur dari masyarakat:

v  Terdapat kelompok/ kesatuan kolektivitas manusia;

v  Telah berjalan dalam waktu yang lama dan bertempat tinggal dalam daerah tertentu;

v  Adanya aturan/ tata tertib yang mengatur mereka untuk menuju suatu cita-cita yang sama;

v  Adanya ikatan adat-istiadat yang khas;

v  Adanya rasa identitas di antara para warganya.

Integrasi suku bangsa

Berkaitan dengan suku bangsa ini raroll menyatakan bahwa: Suku bangsa adalah kesatuan penduduk yang secara tertutup berkembang biak dalam kelompoknya; memiliki nilai-nilai dasar yang terwujud dan tercermin dalam kebudayaan, mewujudkan arena komunikasi/ interaksi; mempunyai anggota yang mengenali dirinya serta dikenal oleh orang lain.

Akomodasi:

•          Penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok manusia untuk meredakan pertentangan.

Ambiguitas

•          Kemungkinan mempunyai dua pengertian; ketidaktentuan atau ketidakjelasan.

Apatis

•          Acuh tak acuh; tidak peduli; masa bodo.

Arbitrasi

•          Usaha perantara dalam meleraikan sengketa.

Destruktif

•          Bersifat merusak, memusnahkan, atau menghancurkan.

Segregasi

•          Yakni upaya untuk saling memisahkan diri dan saling menghindar diantara pihak-pihak yang bertikai dalam rangka mengurangi ketegangan dan menghindari konflik.

Genjatan senjata

•          Penghentian tembak menembak (tentang perang).

Integrasi

•          Pembauran hingga menjadi suatu kesatuan yang utuh atau bulat; pengendalian terhadap konflik dan penyimpangan dalam suatu sistem sosial.

Integritas

•          Mutu, sifat atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan; kejujuran.

Kompromi

•          Persetujuan dengan jalan damai atau saling mengurangi tuntutan (tentang persengketaan).

Konflik sosial

•          Pertentangan antar anggota masyarakat yang bersifat menyeluruh dalam kehidupan; persfektif/ sudut pandang tertentu di mana konflik dianggap selalu ada dan mewarnai segala aspek interaksi manusia dan struktur sosial; pertikaian terbuka seperti perang; revolusi; pemogokan; dan gerakan perlawanan.

Konsensus

•          Kesepakatan kata atau permufakatan bersama yang dicapai melalui kebulatan suara.

Konsiliasi

•          Usaha mempertemukan keinginan pihak yang berselisih untuk mencapai persetujuan dan menyelesaikan perselisihan tersebut.

Konstruktif

•          Bersifat membina; memperbaiki; membangun.

Majemuk

•          Terdiri atas beberapa bagian yang merupakan satu kesatuan.

Persepsi

•          Tanggapan langsung dari sesuatu serapan; proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui panca inderanya.

Represif

•          Bersifat menekan; mengekang; menahan; atau nenindas.

Status

•          Posisi dalam suatu hirarki; suatu wadah bagi hak dan kewajiban; aspek status dari peranan;

Toleransi

•          Sifat atau sikap menenggang (menghargai; membiarkan; memperbolehkan) pendirian (pendapat; pandangan; kepercayaan; kebiasaan; kelakuan) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s