Lahirnya Nasdem (Nasional Demokrat)

Makna Logo

Konsep Warna

BIRU:

  • Simbol dari ketegasan, harapan dan kemapanan dari sebuah cita-cita
  • Semangat dan kebudayaan baru yang maju dan beretika intelek

KUNING:

  • Simbol dari matahari yang bersinar dan memberi arti bagi kita semua tanpa membeda-bedakan kepada siapa saja akan bersinar
  • Kuning adalah melambangkan kejayaan/keemasan dan kegemilangan dalam mencapai tujuan (warna dasar dari gold)

Konsep Bentuk

Simbol dari sebuah perputaran dan rotasi dinamis yang utuh. Bulat dengan gestur memeluk: Dalam kebersamaan, keutuhan, dan kebulatan kata dan keinginan untuk bergerak maju.

Inisiator Nasional

1     Surya Paloh                                     Tokoh Masyarakat

2     Sri Sultan Hamengkubuwono X     Tokoh Masyarakat

Deklarator Nasional

1     Prof. Dr. Syafii Maarif        Tokoh Masyarakat

2     DR. (HC) Ir. H. Siswono Yudo Husodo    Anggota DPR RI Jawa Tengah I

3     H. Syamsul Mu’arif, B.A    Menteri Negara Komunikasi dan Informasi    2001-2004

4     Dra. Khofifah Indar Parawansa      Menteri Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak 1999-2004

5     Prof. Dr. Soleh Solahuddin    Menteri Pertanian 1998-1999

6     Prof. Dr. Thomas Suyatno    Guru Besar Universitas Atma Jaya

7     Prof. Dr. Bachtiar Aly, M.A    Guru besar Universitas Indonesia

8     Prof. Dr. Didik J. Rachbini    Ekonom dan Akademisi

9     Prof. Dr. Fredrik L. Benu, M.Si, Ph.D    Guru Besar Universitas Nusa Cendana

10     Prof. Dr. T. Bahri Anwar    Guru Besar Universitas Sumatera Utara

11     Prof. Dr. Tarnama Sinambela    Guru Besar Universitas Mpu Tantular

12     Anies Baswedan, Ph.D    Rektor Universitas Paramadina

13     Dr. Rizal Sukma    Direktur Eksekutif CSIS

14     H. Sayed Fuad Zakaria, S.E    Anggota DPR RI P Nanggroe Aceh Darussalam I

15     Danny P Thaharsyah    Anggota DPR RI Sumatera Barat I

16     Jeffrie Geovanie    Anggota DPR RI Sumatera Barat I

17     Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M    Anggota DPR RI daerah Bangka Belitung

18     Drs. H.M. Ade Surapriatna, S.H, M.H    Anggota DPR RI DKI Jakarta III

19     Erik Satrya Wardhana    Anggota DPR RI Jawa Barat III

20     Drs. Enggartiasto Lukita    Anggota DPR RI Jawa Barat VIII

21     Budiman Sudjatmiko, M.Sc, M. Phil.    Anggota DPR RI Jawa Tengah VIII

22     Budi Supriyanto, S.H, M.H    Anggota DPR RI Jawa Tengah X

23     A. Malik Haramain, M.Si    Anggota DPR RI Jawa Timur II

24     Ir. H. Zulfadhli    Anggota DPR-RI daerah Kalimantan Barat

25     Edison Betaubun, S.H, M.H    Anggota DPR-RI Maluku

26     Drs. Akbar Faizal, M.Si    Anggota DPR RI Sulawesi Selatan II

27     Ir. A. Edwin Kawilarang    Anggota DPR RI Sulawesi Utara

28     Paskalis Kossay, S. Pd., M.M    Anggota DPR RI Papua

29     Ali Umri, S.H., M.Kn    Walikota Binjai, Sumatra Utara

30     Ilham Arif Siradjudin, M.M    Walikota Makassar, Sulawesi Selatan

31     Franky Sahilatua    Budayawan

32     Drs. Djaffar H. Assegaff    Wartawan Senior

33     Sugeng Suparwoto    Wartawan Senior

34     Ferry Mursyidan Baldan    Politisi

35     Drs. Zulfan Lindan    Politisi

36     Patrice Rio Capella, S.H    Politisi

37     DR. Poempida Hidayatulloh, B. Eng. Ph.D. DIC    Politisi

38     Meutya Viada Hafid, B. Eng    Politisi

39     Martin Manurung, S.E, M.A    Penggiat Sosial

40     Eep Saefulloh Fatah    Pengamat Politik

41     Willy Aditya, S. Fil., MDM    Aktivis 1998

42     Romy H. R. Soekarno    Seniman

43     Samuel Nitisaputra    Politisi

44     Melkiades Laka Lena    Politisi

45     Ir. Ahmad Rofiq    Tokoh Pemuda

Manifesto

Reformasi telah dan tengah mengantar Indonesia sebagai negara demokrasi. Tetapi, kami menolak demokrasi yang hanya sekedar merumitkan tata cara berpemerintahan tanpa mewujudkan kesejahteraan umum. Kami menolak demokrasi yang hanya menghasilkan rutinitas sirkulasi kekuasaan tanpa kehadiran pemimpin yang berkualitas dan layak diteladani. Kami menolak demokrasi tanpa orientasi pada publik. Kami menolak demokrasi yang sekadar menjadi proyek reformasi tanpa arti.

Kami mencita-citakan demokrasi Indonesia yang matang, yang menjadi tempat persandingan keberagaman dengan kesatuan, dinamika dengan ketertiban, kompetisi dengan persamaan, dan kebebasan dengan kesejahteraan. Kami mencita-citakan sebuah demokrasi berbasis warga negara yang kuat, yang terpanggil untuk merebut masa depan yang gemilang, dengan keringat dan tangan sendiri.

Maka, pada hari ini kami berketetapan hati menggalang sebuah gerakan bernama:
NASIONAL DEMOKRAT: RESTORASI INDONESIA

Nasional Demokrat adalah gerakan perubahan yang berikhtiar menggalang seluruh warga negara dari beragam lapisan dan golongan untuk merestorasi Indonesia. Nasional Demokrat tidak hanya bertumpu dan berpusat di Jakarta, melainkan gerakan perubahan yang titik-titik sumbunya terpencar di seluruh penjuru Indonesia.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa beserta kita.

Jakarta, 1 Februari 2010

Asas Organisasi

Pancasila

Landasan Visi & Misi

  • Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, dan hak setiap manusia.
    • Berdaulat di bidang politik – dalam bentuk suatu pemerintahan nasional yang efektif, demokratik, desentralistik dan konstitusional; Bagi rakyat, berdaulat di bidang politik, berarti demokrasi dengan partisipasi yang subtansial dan perlindungan atas hak asasi manusia.
    • Berdikari di bidang ekonomi adalah kemandirian ekonomi nasional, pemerataan-keadilan dan pertumbuhan-kemakmuran; Bagi rakyat, berdikari di bidang ekonomi berarti kesempatan kerja yang bermartabat, peningkatan pendapatan dan kesejahteraan.
    • Berkepribadian di bidang budaya (kearifan lokal, karakter nasional, kemajuan ilmu pengetahuan, kesetaraan gender, dan kecintaan akan ekologi yang berkelanjutan); bagi rakyat kepribadian di bidang budaya, berarti pluralisme, kebebasan ekspresi, penghargaan terhadap budaya lokal; dan kelestarian ekologi.
  • Kebersamaan dalam keberagaman dan keberagaman dalam kebersamaan, wujud persatuan nasional dengan semboyan bhineka tunggal ika tan hana dharma mangrwa yang berasaskan Pancasila.
  • Persatuan nasional dengan dasar solidaritas dan kesetaraan merupakan energi kolektif yang sinergis, modal dasar bagi kekuatan nasional dalam keutuhan sebagai satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa untuk mencapai Manusia Indonesia yang Merdeka Seutuhnya.
  • Negara, bangsa dan rakyat yang merdeka adalah keniscayaan sejarah, sebuah pekerjaan yang never ending proses. Indonesia bukan sekedar karunia (gabe), sebuah tugas (aufgabe) sejarah yang harus terus menerus mengalami perubahan dan pembaruan.
  • Maka proses ke-Indonesia-an saat ini membutuhkan gerakan restorasi, yang dialogis, positif, kreatif, inovatif, produktif dan kritis. Gerakan Restorasi yang dimaksud dibangun di atas tiga landasan, yaitu:

(1) Politik Solidaritas;
(2) Ekonomi Emansipatif dan Partisipatif;
(3) Budaya Gotong Royong.

Pada deklarasi Nasional Demokrat di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, 1 Februari 2010, ke-45 deklarator memberikan mandat kepada Surya Paloh untuk membentuk kepengurusan.

Susunan pengurus Nasional Demokrat di tingkat pusat setelah dibentuk akan ditampilkan pada halaman ini.

Sifat & Identitas Organisasi

Terbuka, Multikultural, Kolektif, Dialogis, Mandiri dan Mengakar, berbasiskan Partisipasi dan Emansipasi Rakyat.

Platform

Kekuatan Nasional

  • “Nilai” – kearifan, kemanusiaan, spirit pembebasan, kemerdekaan, pluralitas, nasionalisme, budaya dan cita-cita nasional, yang tertuang dalam Pancasila, yang merupakan dasar negara;
  • “Diri” – manusia (jumlah penduduk), kekayaan alam, sejarah dan kebudayaan – sebagai karunia Tuhan Yang Maha Kuasa, yang tiada bernilai;
  • “Posisi” – letak strategis Indonesia – diantara dua benua dan diantara dua samudera, dan posisi di bibir pasifik, yang merupakan pasar yang diperebutkan dunia.
  • “Kemerosotan nilai” (“erosi nilai”): “erosi spiritualitas” (fundamentalisme, dst); defisit kemanusiaan (kekerasan, ekonomisme, dst); defisit kebangsaan (krisis pluralisme, krisis integrasi nasional, dst).
  • “Kemiskinan” – krisis keadilan; krisis SDM; krisis produksi dan lingkungan (“kerusakan alam”) – negara tidak mampu menjalankan perintah konstitusi.
  • “Globalisasi” – krisis budaya, krisis kedaulatan, ketergantungan – Perubahan geopolitik, geoekonomi, geopertahanan global, dan makin kompetitifnya kawasan Asia Pasifik, pergeseran kekuatan adi daya, “hegemoni” (termasuk hegemoni dalam iptek), ancaman menjadi negara “boneka” atau sekedar menjadi pasar, dst.
  • “Lingkungan” – krisis air bersih, banjir, perubahan iklim, pemanasan global.

Tantangan Nasional

Restorasi Indonesia

Restorasi Indonesia dicapai dengan:

Pertama, restorasi negara-bangsa yang berupa upaya membangun keteladanan kepemimpinan, membangun karakter gotong royong sesuai dengan dasar negara dan membangun kepercayaan rakyat terhadap institusi negara.

Kedua, restorasi kehidupan rakyat yang berupa upaya membangun gerakan arus bawah atas prakarsa rakyat, yang membawa nilai-nilai kebajikan, spiritualitas kebangsaan, solidaritas sosial, kearifan budaya lokal, dan etos kerja yang produktif.

Ketiga, restorasi kebijakan internasional yang berupa upaya membangun keseimbangan baru dalam tata dunia yang lebih adil, damai dan menjaga kelestarian alam semesta.

GERAKAN PERUBAHAN

Didasari dari kebulatan tekad bersama yang berhati nurani dan intelektualitas bergerak demi kemajuan dan perubahan ke arah yang jauh lebih baik.

NasDem di Internet

Sekretariat NasDem

Jl. R.P. Soeroso No. 46
Gondangdia Lama
Jakarta 10350

T. 021-31927141
F. 021-31927039

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s