Kelak Setelah RAMADHAN Berlalu ……….

By Khaerul Muslim( dikutip dari berbagai sumber)

Kelak, setelah bulan Ramadlan berlalu, orang akan terbagi menjadi beberapa bagian, namun secara garis besarnya mereka terbagi dua kelompok:

Kelompok yang pertama: Orang yang pada bulan Ramadlan tampak sungguh-sungguh dalam ketaatan, sehingga orang tersebut selalu dalam keadaan sujud, shalat, membaca Al-Qur’an atau menangis, sehingga bisa-bisa Anda lupa akan ahli ibadahnya orang-orang terdahulu (salaf). Anda akan tertegun melihat kesungguhan dan giatnya dalam beribadah. Namun itu semua hanya berlalu begitu saja bersama habisnya bulan Ramadlan, dan setelah itu ia kembali lagi bermalas-malasan, kembali mendatangi maksiat seolah-olah ia baru saja dipenjara dengan berbagai macam ketaatan kembalilah ia terjerumus dalam syahwat dan kelalaian. Kasihan sekali orang-orang seperti ini.

Sesungguhnya kemaksiatan itu adalah sebab dari kehancuran karena dosa adalah ibarat luka-luka, sedang orang yang terlalu banyak lukanya maka ia mendekati kebinasaan. Banyak sekali kemaksiatan-kemaksiatan yang dapat menghalangi seorang hamba untuk mengucap “La ilaaha illalLaah” ketika sakaratul maut.

Setelah sebulan penuh ia hidup dengan iman, Al-Qur’an serta amalan-amalan yang mendekatkan diri kepada Allah , tiba-tiba saja ia ulangi perbuatan-perbuatan maksiatnya di masa lalu. Mereka itulah hamba-hamba musiman mereka tidak mengenal Allah  kecuali hanya pada satu musim saja (yakni Ramadlan), atau hanya ketika di timpa kesusahan, jika musim atau kesusahan itu telah berlalu maka ketaatannyapun ikut berlalu.

Kelompok yang kedua: Orang yang bersedih ketika berpisah dengan bulan Ramadlan mereka rasakan nikmatnya kasih dan penjagaan Allah , mereka lalui dengan penuh kesabaran, mereka sadari hakikat keadaan dirinya, betapa lemah, betapa hinanya mereka di hadapan Yang Maha Kuasa, mereka berpuasa dengan sebenar-benarnya, mereka shalat dengan sungguh-sungguh. Perpisahan dengan bulan Ramadlan membuat mereka sedih, bahkan tak jarang di antara mereka yang meneteskan air mata.

Apakah keduanya itu sama? Segala puji hanya bagi Allah  ! Dua golongan ini tidaklah sama, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s