How To Make Sugar Goo

How to Make Sugar Goo

from wikiHow – The How to Manual That You Can Edit
Make easy, delicious, edible goo with only 3 ingredients! This is a goo you can eat and play with. When it gets hard heat it up and start all over again!

Ingredients

  • 1/4 cup (60 mL) water
  • 1/2 cup (100g) sugar
  • 1/2 cup (125 mL) corn syrup

Steps

  1. Add the water and sugar in a pot over medium heat.
  2. Stir constantly until the sugar is fully dissolved.
  3. Add the corn syrup to the pot. Continue stirring constantly until the mixture is “goo-like”.
  4. Remove the pot from the heat. Cool completely.
  5. Play, create, and eat!

Related wikiHows

Article provided by wikiHow, a wiki how-to manual. Please edit this article and find author credits at the original wikiHow article on How to Make Sugar Goo. All content on wikiHow can be shared under a Creative Commons license.

Advertisements

UU No. 19/2002-Hak Atas Karya Intelektual (HAKI)

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta

 

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

 

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

 

Menimbang:

  1. bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki keanekaragaman etnik/suku bangsa dan budaya serta kekayaan di bidang seni dan sastra dengan pengembangan-pengembangannya yang memerlukan perlindungan Hak Cipta terhadap kekayaan intelektual yang lahir dari keanekaragaman tersebut;
  2. bahwa Indonesia telah menjadi anggota berbagai konvensi/perjanjian internasional di bidang hak kekayaan intelektual pada umumnya dan Hak Cipta pada khususnya yang memerlukan pengejawantahan lebih lanjut dalam sistem hukum nasionalnya;
  3. bahwa perkembangan di bidang perdagangan, industri, dan investasi telah sedemikian pesat sehingga memerlukan peningkatan perlindungan bagi Pencipta dan Pemilik Hak Terkait dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat luas;
  4. bahwa dengan memperhatikan pengalaman dalam melaksanakan Undang-undang Hak Cipta yang ada, dipandang perlu untuk menetapkan Undang-undang Hak Cipta yang baru menggantikan Undang -undang Nomor 6 Tahun 1982 tentang Hak Cipta sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1987 dan terakhir Continue reading

Pengertian Ekologi

PENGERTIAN EKOLOGI

Compiled from many sources  by Khaerul Muslim

Ekologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata, yaitu oikos yang artinya rumah atau tempat hidup, dan logos yang berarti ilmu. Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya

Dalam ekologi, kita mempelajari makhluk hidup sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya. Definisi ekologi seperti di atas, pertama kali disampaikan oleh Ernest Haeckel (zoologiwan Jerman, 1834-1914). Continue reading

Pengantar Tentang Legal Reasoning

PENGANTAR TENTANG LEGAL REASONING

1.Pengertian
Pengertian sederhana Legal Reasoning adalah penalaran tentang hukum yaitu
pencarian “reason” tentang hukum atau pencarian dasar tentang bagaimana seorang
hakim memutuskan perkara/ kasus hukum, seorang pengacara meng-argumentasi-kan
hukum dan bagaimana seorang ahli hukum menalar hukum. Namun pengertian sederhana
ini menjadi tidak lagi sederhana apabila pertanyaan dilanjutkan kepada: apakah
yang dimaksud dengan hukum dan bagaimana sebenarnya atau seharusnya seorang
hakim memutuskan suatu perkara/ kasus hukum dan bagaimana seorang pengacara
meng-argumentasi-kan hukum?

Pengertian lainnya yang sering diberikan kepada Legal Reasoning adalah: suatu
kegiatan untuk mencari dasar hukum yang terdapat di dalam suatu peristiwa hukum,
baik yang merupakan perbuatan hukum (perjanjian, transaksi perdagangan, dll)
ataupun yang merupakan kasus pelanggaran hukum (pidana, perdata, ataupun
administratif) dan memasukkannya ke dalam peraturan hukum Continue reading

Beberapa Kekeliruan Dalam Penalaran

Dalam sebuah penalaran tidak selalu tepat dan kemungkinan terjadi kekeliruan. Kekeliruan yang biasa terjadi dapat dilihat dalam bentuk ;

a.        Suatu kesesatan logis, yaitu penalaran yang tidak mengikuti atau melanggar aturan-aturan penyimpulan.

Contoh ;

Pertimbangan hukum ; Obyek harta waris ”X” tidak pernah disebutkan dan disengketakan dalam perkara waris antara penggugat dan tergugat

Amar putusan ; Hakim, menetapkan obyek harta waris ”X” adalah budel  waris dari almarhum ”A” Continue reading

Hukum I Newton

HUKUM  I  NEWTON

  • Hubungan fundamental pada mekanika klasik tercakup dalam hokum Newton tentang gerak :

Hukum 1. sebuah benda terus berada pada keadaan awalnya yang diam atau bergerak dengan kecepatan konstan kecuali benda itu dipengaruhi oleh gaya yang tak seimbang, atau gaya luar neto.

Hukum 2. percepatan sebuah benda berbanding terbalik dengan massanya dan sebanding dengan gaya neto yang bekerja padanya Continue reading