Budidaya Bawang Merah

 PEMBIBITAN

Bawang merah dapat diperbanyak dengan 2 cara, yaitu bahan tanaman berupa biji botani (true shallot seed, TSS) dan umbi bibit. Dengan menggunakan biji untuk satu hektar diperlukan paling sedikit + 3 kg, dengan potensi hasil mencapai 9 – 11,5 ton dipanen pada umur + 80 hari setelah tanam dengan waktu persemaian selama + 30 hari. Sedangkan dengan menggunakan umbi memerlukan prasyarat kualitas (mutu) yang baik, meliputi:

  1. Ukuran umbi terdiri atas 2 kelas, yaitu umbi besar (kelas I) beratnya 5 – 7,5 gram/umbi dan umbi sedang (kelas II) beratnya 2,5 – 7,5 gram/umbi.
  2. Tanaman dipanen pada umur antara 65 – 75 hari setelah tanam, dan dalam keadaan sehat.
  3. Bakal Bibit Telah mengalami masa penyimpanan antara 60 – 90 hari.

Kebutuhan bibit umbi 1.000 – 1.200 perhektar atau + 200.000 umbi, sebelum ditanamkan umbi sebaiknya diperlakukan dengan memotong 1/3 bagian pada ujung umbi. Perlakuan ini memiliki keuntungan, antara lain pertumbuhan merata, umbi cepat tumbuh, dan berpengaruh terhadap makin banyaknya anakan maupun jumlah daun, sehingga hasil umbinya meningkat. (hasil penelitian Balithor Lembang).

PENYIAPAN LAHAN

  • Penyiapan lahan dilakukan dengan pembukaan areal lahan dan membersihkan dari rumput dan batu dalam kebun.
  • Tanah dicangkul cukup dalam hingga strukturnya gembur, dibuat bedengan lebar 80 cm x panjang 200 cm x tinggi 20 cm dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm dibuat lubang pupuk kemudian diberi pupuk kandang + 15 – 20 ton/hektar.
  • Antar bedengan di buatkan parit kedalaman + 10 –15 cm dengan jarak bedengan + 40 cm, bedengan diratakan hingga siap untuk ditanami.

 

PENANAMAN

Waktu penanaman terbaik adalah pada bulan Mei/Juni – Agustus/September, sehari sebelum tanam tanah bedengan disiram hingga cukup lembab.

Bersamaan penanaman diberikan pupuk dasar NPK dengan dosis 200 kg/hektar, pupuk tersebut dicampur rata dengan pupuk kandang dan tanah pada lubang tanam. Kemudian bawang ditanamkan 2/3 bagian umbi pada sisi lubang tanam, jangan sampai terkena pupuk secara langsung dan jangan terbalik.

 

PEMELIHARAAN TANAMAN

Kegiatan pemeliharaan tanaman bawang merah meliputi pekerjaan sebagai berikut:

  1. Penyulaman

Penyulaman dilakukan pada awal pertumbuhan hingga umur + 7 hari setelah tanam, dengan cara menganti bibit yang mati atau busuk.

  1. Pengairan

Bila saat awal penanaman hujan masih turun, perlu diperhatikan adalah drainase bedengan, apabila pada saat itu dalam kondisi iklim kering perlu dilakukan penyiraman intensif 2 – 5 kali dalam seminggu. Saat mendekati masa pembentukan umbi pengairan harus berangsur-angsur dikurangi.

 

PEMUPUKAN

Terdapat dua jenis pupuk yang digunakan yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik. Aplikasi pemupukan dilakukan pada waktu:

  1. Awal penanaman, dengan menggunakan campuran pupuk organik dosis 20 ton/ha yang dicampur dengan pupuk anorganik NPK (15:15:15) dosis 200 kg/ha pada – 3 hari sebelum tanam.
  2. 10 hari setelah tanam dengan dosis NPK 200 kg /ha dengan jalan dilakukan penugalan sebelum pumupukan diantara pertanaman bawang merah.
  3. 30 hari setelah tanam dengan pupuk campuran antara 100 kg Urea dengan 100 kg ZA diaplikasikan dengan dimasukan pada lubang penugalan diantara petanaman bawang merah.
  4. Pupuk daun ppc sitozim micro disemprotkan pada 15 dan 50 hst(hari setelah tanam) dengan dosis 0.5 ltr + 1 kg Mn SO4 dalam 200 liter air.

 

 

 

 

 

 

PENYIANGAN

Penyiangan dilakukan pada umur tanaman 3 minggu dan 5 minggu dengan cara menyiangi rumput-rumput dan gulma yang tumbuh diantara tanaman dengan hati-hati jangan sampai akar bawang ikut tercabut.

 

 

PEMOTONGAN TANGKAI BUNGA

Kurang lebih pada umur 35 hst, beberapa varietas atau kultivar bawang merah yang mudah berbunga akan mulai keluar tangkai-tangkai bunga, tangkai-tangkai bunga ini sebaiknya dipotong agar zat-zat makanan dapat secara optimal terserap pada umbi.

 

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT

Pengendalian Hama pada tanaman bawang merah dilakukan dengan menggunakan cara gabungan antara pengendalian menggunakan musuh alami, menggunakan cara manual, dan terakhir menggunakan cara kimiawi.

Hal ini ditempuh karena bawang telah ratusan tahun dibudidayakan manusia, sehingga hama dan penyakit tanamannya mengalami psoses evolusi kearah resistensi terhadap penggunaan bahan pestisida kimia.

PENGENDALIAN HAMA

Hama-hama terpenting bawang merah di antaranya adalah:

  1. Ulat bawang (Spodoptera exiqua HBN), biasa disebut ulat grayak, pengendaliannya: rotasi tanaman, waktu tanam serentak, dengan memasang sex Pheromone (Ugratas biru), dan disemprot dengan lannate 50 WP 1,5 gr/liter, Orthene 75 SP 1 gr/ltr, curacron 50 EC. 1,5 – 2 cc/ltr.
  2. Trips (Thrips tabaci Lind.), kutu daun

Pengendalian dengan: Waktu tanam tepat bulan april – Juli, Kimiawi disemprot dengan Bayrusil 25 EC 2 cc/ltr, curacron 50 EC. 2 cc/ltr.

  1. Ulat tanah (Agrotis ypsilon Hufn), secara manual ulat tanah dikumpulkan pada saat senja hari diantara pertanaman, menjaga kebersihan diareal pertanaman, secara kimiawi dibuatkan umpan beracun dengan campuran Dipterex 95 SL 125 – 250 gr + dedak 100 kg + gula merah 0,5 kg – 1 kg + air 10 ltr, dengan mencampur secara merata dan di pasangkan pada saat senja hari disekeliling tanaman banwang merah.

PENGENDALIAN PENYAKIT

Pengendalian penyakit utama bawang merah meliputi:

  1. Bercak ungu atau trotol (Alternaria porri (EN,) Cif.)

Pengendalian dengan rotasi tanaman yang bukan bawang-bawangan, disemprot dengan fungisida efektif, seperti antracol 70 WP, Dithane M-45, Deconil 75 WP, Agrisan 25 WP dengan takaran dosis 2 gr/ltr.

  1. Antraknose (Colletotrichum gloesporiodes Penz)

Pengendalian dengan rotasi tanaman, disemprot dengan fungisida Antracol 70 WP, Polyram M 80 WP, Daconil 75 WP, dengan dosis 2 gr /ltr.

 

PEMANENAN

Panen dilakukan pada umur + 65 – 75 hst dengan ciri-ciri tanaman:

  1. Tanaman sudah cukup tua dengan hampir 60%-90% batang telah lemas dan daun daun menguning.
  2. Umbi lapis terlihat penuh padat berisi dan sebagian tersembul dipermukaan tanah.
  3. Warna kulit telah mengkilap atau memerah, tergantung variets atau kultivarnya.
  4. Cara panen dengan mencabut tanaman bersama daunnya dan diusahakan agar tanah yang menempel dibersihan. Saat panen harus pada kondisi kering.

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s